Presiden SBY Gagal stabilkan harga

AKhir-akhir ini, harga sembako lagi-lagi naik, terutama harga kedelai. Akhirnya para pengusaha tahu dan tempe banyak yang gulung tikar (www.liputan6.com). Memang betul, ukuran tempe yang sebelumnya agak besar, sekarang jadi lebih kecil. Itulah cara pengusaha tempe bertahan akibat kenaikan harga kedelai.

Pemerintah berdalih, kenaikan harga kedelai, akibat naiknya harga kedelai impor ???

Sampai kapankah pemerintah tergantung kepada kedelai impor?
Bukankah lahan untuk pertanian kedelai melimpah di Indonesia?
Kapankah Indonesia bangkit di bidang pertanian, seperti di zaman Pak Harto yang berhasil Swasembada Beras tahun 1985 dan mendapatkan penghargaan dari PBB ???

Selama masa pemerintahan SBY, kenaikan harga terjadi beberapa kali.
Bensin naik hingga 2 kali setahun. Minyak tanah naik, sembako naik semua.

Jadi sekarang laju inflasi rupanya tidak bisa ditahan oleh pemerintah.

Apakah tim ekonomi SBY tidak bekerja dengan baik? atau hanya mengikuti arus pasar Internasional yang tidak menguntungkan? (ataukah ini hanya alasan untuk menutupi kelemahan pemerintah?)

Kalau pun Bencana alam yang menjadi alasan. Bukankah Bencana seringkali terjadi, sehingga pemerintah harus membuat program rutin untuk menanggulanginya? Bukan mengambil dana dari Departemen lain atau dana taktis lain?

Tinggalkan Balasan